Arsip

Konsultasi: Dilema Hubungan Tanpa Status antar Aktivis Dakwah

Meskipun khalayak utama yang kubidik ialah orang ‘awam’, ternyata banyak juga aktivis dakwah yang “melirik”. Malah, sebagian diantaranya juga berkonsultasi. Salah satu masalah yang paling sering diajukan adalah dilema hubungan [cinta] tanpa status (HTS). Di satu sisi, mereka ingin tetap tekun menekuni dunia dakwah tanpa memutuskan hubungan percintaan mereka. Di sisi lain, teman-teman sesama aktivis di komunitas mereka itu menentang keras percintaan pranikah seperti itu. Lantas, gimana dong?

Sebelum kita rambah solusinya, mari kita dengarkan dulu suara hati beberapa orang diantara mereka. Pertama, Baca lebih lanjut

Iklan

Konsultasi: Ternyata dia sudah beristri

assalamu alaikum pa ustad…. begini pa ustadz, saya punya tmn cwo yang kami berdua saling berjauhan , kenalan kami dulu swktu saya dan dia chating di intrnt. biasanya klu chating jarang2 ada yg nyambung tp klu kali ini saya chating nyambung bngt ma dia pa ustadz, jd mulai saat itu kami slng tukar menukar no hp dan saling bahkan tukar menukar fhoto pa ustadz. mulai saat itu kami berdua srng sms an bahkan tlp2an. dan dari sekian lama kami berkenalan kami berdua sama sama saling menyukai sekalipun kami belum prnh ketemu pa ustadz. tapi ada satu kekecewaan pada saat itu yang aku rasakan pa ustadz yaitu pada saat aku dan dia sama – sama saling menyayangi ., dia baru mengatakan kalau dia sudah berumah tangga dan mempunyai satu orang anak. pada saat dia mengatakan itu hatiku sakit, kecewa, menyesal ….
semua campur aduk pa ustadz. aku marah ma dia dan aq tanya ma dia kenapa baru sekarang dia katakan kalau dia sudah berumah tangga ? knp sebelum aku dan dia saling menyayangi baru dia katakan ? tp apa jawaban dia pa ustadz ” dia mengatakan kalau dia mengatakan dari semula mungkin aq ga mau menerima dia sebagai temannya ” emang benar juga yang dia katakan pa ustadz kalau aku mengetahui dari semula kalau dia sudah berumah tangga mungkin aku g mau melanjutkan perkenalan ini. tapi itu dia pa ustadz aq dan dia sudah sama – sama menyayangi dan kami sudah berusaha untuk melakukan hal supaya kami bisa pisah tapi tetap aj g bisa pa ustadz. emng sich beberapa bulan bisa pa ustadz walaupun itu suatu hal yang menyakitkan bagi perasaan kami , tapi demi kebaikan bersama kami tetap aj g bisa pa ustadz…
jadi aku sangat mohon dan mohon pada pa ustadz, atas pertolongannya pa austadz bagaimana cara mengatasi permasalahan kami ini. sebenarnya masih banyak lagi pa’ ceritanya tapi g mungkin aku bahas semuanya pa . aku sangat berharap kepada pa ustadz atas bantuannya agar permaslahan saya ini bisa dipecahan pa ustadz. tolong ya pa ustad bantu saya agar bisa melupakan dia pa ustadz.
atas pertolongannya saya ucapkan banyak terima kasih ya pa ustadz.
wasslamu alikum wr. wb……………

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Ayat-Ayat Mesra (buku pertama panduan pacaran islami)

Alhamdulillah. Telah terbit buku pertama yang berisi panduan pacaran islami. Sebelum ini, belum pernah ada buku yang menguraikan dengan rinci bagaimana melakukan pacaran secara islami. Buku-buku terkait sebelumnya barulah sebatas mengungkapkan ada-tidaknya pacaran dalam Islam.

Baca lebih lanjut

Konsultasi: Batas kontak fisik yang dibolehkan

sy seorang muslimah, saat ini sy dekat dg seorang ikhwan.yg sy dengar dia adl seorng alim (guru agama). ilmu agama sy sngt minim sekali. kami berencana akan menikah di tahun depan. selama setengah tahun perkenalan kami , hanya 2(dua) kali pertemuan kami, yaitu pada saat tukar biodata.
yang saya tanyakan, pada saat sebelum menikah, sampai mana batasan kami berkomunikasi/kontak fisik dengan dia? pernah dia meminta sy untuk memegang tangan dia, alasan dia untuk membuktikan keseriusan sy. sy tdk mengerti apa yg dia maksud dg menyuruh saya seperti itu. apakah dia cuma tes sampai seberapa jauh pemahaman sy tentang islam,karena setahu saya, memgang lawan jenis sebelum menikah blm diperbolehkan.
apakah benar sikap sy kalau sy menolak permintaan dia, walau sekedar disuruh pegang tanganya?
terimaksih, sy sngt mengharap balasan dr Anda. Smg bulan ramadhan ini Anda selalu di berkahi Alloh.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Ramadhan tiba, pacaran yuk!

Tadinya, sesuai “antrian” pengunjung yang berkonsultasi di blog ini, hari ini aku akan memposting artikel mengenai cara supaya tidak kecanduan masturbasi. Tapi kemudian aku ingat, sudah dua kali berturut-turut kubahas persoalan seksual, yaitu Ciuman dalam Pacaran dan Masih perawankah bila jari tangan masuk ke vagina. Jika saat ini aku memposting tulisan tentang persoalan seksual lagi, maka mungkin itu sudah berlebihan. Sebab, seperti yang dikatakan oleh flanker (seorang pengunjung blog ini), unsur terpenting dalam pacaran yang sehat (atau islami) bukanlah hubungan lahiriah, melainkan batiniah. Oleh karena itu, postingan mengenai cara supaya tidak kecanduan masturbasi itu kutunda dulu saja. Kupikir, sekarang sebaiknya kita bicara mengenai hubungan antara pacaran dan bulan Ramadhan.

Baca lebih lanjut

Curhat: Berjodoh dengan yang kurang baik

saya ali 25 thn, saat ini saya akan dijodohkan oleh orang tua saya pada seorang bidan, dan orang tua saya selalu mengatakan kepada saya, “jika kamu menikah dengan nya hidup kamu akan terjamin” saya tahu orangnya memang baik, tapi sampai saat ini saya belum sepaham dengan pemikiran ibu saya, dan ada suatu ayat Al-quran mengatakan ” baik menurut kamu belum tentu baik menurut Tuhan mu, dan Tuhan mu mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ” saya berpikir seorang bidan bukanlah jaminan dalam hidup yang menjamin hidup itu hanyalah Allah SWT, sekarang saya berkenalan dengan seorang perempuan yang bertolak belakang dengan keinginan ibu saya nama “bunga”, saya tahu dulu dia mempunyai latar belakang kurang baik (ibu dan bapaknya bercerai) sekarang dia tinggal di surabaya, ibunya di china dan bapaknya di australi, di surabaya dia tidak ada keluarga, dan saya merasa kasihan kepada dia, dan saya ingin merubah hidupnya untuk menjadi yang lebih baik, untuk lebih dekat dengan Allah SWT. pertanyaan saya…SALAHKAH SAYA MENCINTAINYA, SALAHKAH SAYA BILA MENIKAHINYA.

Baca lebih lanjut