Tag Archive | dakwah

Pilih Sungguh-Sungguh Islami ataukah Kelihatan Islami?

pak, tidak semua orang membaca keseluruhan blog ini…
saya maklum terhadap orang-orang yang berkomentar “pedas” “cepat” dan “singkat”.

Di satu sisi, aku pun memakluminya. Di sisi lain, aku sangat menyayangkan mengapa aktivis dakwah lebih menaruh perhatian pada “kulit” daripada isi. Kalau aktivis saja sudah begitu, bagaimana dengan obyek dakwahnya?

saya harap bapak juga bisa lebih kalem, lapang dan jelas dalam memberikan tanggapan balik, karena orang yang sejak awal sudah berfikiran keras, akan lebih susah diberi masukan…

Silakan memberi contoh dengan menanggapi sebuah komentar ivan dan beberapa komentar serupa, lalu Baca lebih lanjut

Iklan

Aktivis dakwah kecanduan VCD porno & onani haruskah segera nikah?

Saya sangat senang sekali dengan adanya situs ini. Semoga amal usaha ustadz mengelola site ini dibalas kebaikan berlipat oleh Allah SWT.

Saya adalah seorang ikhwan, aktivis dakwah kampus. Mungkin banyak orang menlai saya seorang pria yang baik. Padahal saya punya kebiasaan buruk yaitu nonton VCD porno. Selain itu saya sangat sering melakukan onani. Kebiasaan ini sudah saya lakukan sejak SMA tahun 2001 lalu. Saya tau ini salah, tapi saya tak sanggup untuk menghentikannya.

Belakangan ini hasrat seksual itu itu sering meluap-luap. Saya ingin menyegerakan menikah tapi saya belum wisuda dan belum memiliki penghasilan cukup. Saya pernah coba wacana kepada orangtua. Mereka tidak setuju, karena saya masih muda, 23 thn dan belum wisuda.

Terkadang muncul pikiran kotor untuk memacari seorang gadis untuk merayunya dan melampiaskan nafsu seksual saya. Tapi saya takut karena itu dosa. Selain itu juga saya malu jika seandainya aib ini terbongkar.

Kemudian juga sering terlintas untuk mencari pelacur. Hasrat tersalurkan dan privasi terjaga. Tapi lagi-lagi saya takut sehingga saya belum terjerumus ke lembah ini. Pertanyaannya :

  1. Bagaimana menghentikan kebiasaan nonton VCD porno?
  2. Bagaimana menghentikan kebiasaan onani?
  3. Apakah saya harus menyegerakan menikah?
  4. Apa solusi untuk masalah saya diatas?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Cara manis atasi kasus fitnah di MyQuran

Sebelumnya, saya agak pesimis menghadapi kasus ini, Sekarang, alhamdulillah, seorang sesepuh MyQuran telah mengupayakan ikhtiar yang manis untuk mengatasi kasus fitnah yang menimpa saya di forum MyQuran. Beliau mengabarkan kepada saya sebagai berikut:

Senin kemarin [4 Agustus 2008] saya minta threadnya dilock [= ditutup] saja dengan pemberitahuan supaya pihak2 yang masih belum puas langsung japri [= jaringan pribadi, tidak di depan publik] dengan Anda.

Yang penting ambil hikmah saja dari semua kecaman maupun pujian, keduanya memang sebenarnya ujian saja dari Allah SWT. Insya Allah apa yang sudah terjadi akan ada manfaatnya baik bagi Muhshodiq sebagai penulis dan mubalig muda maupun bagi saya dan myQer lainnya.

Terhadap pesan tersebut, Baca lebih lanjut

Jajak Pendapat — Perlukah sensor?

XXX unrated. Kata guru saya sewaktu SD, tanda “XXX” di papan tulis itu berarti bahwa gambar atau tulisan di situ tidak boleh dihapus. Namun belakangan setelah saya menginjak masa remaja, rupanya “XXX” itu diartikan sebagai sesuatu yang perlu disensor.

Lepas dari itu, mungkin kita berlainan pendapat mengenai apa yang perlu disensor. Sungguhpun demikian, kami ingin lebih mengenal Profil Pembaca. Karenanya, kami ingin tahu pendapat Anda mengenai perlu-tidaknya sensor.

Baca lebih lanjut

Perlukah kita buang istilah pacaran?

Jangan pakai istilah pacaran lah pak. Judul “Nabi Muhammad pun pernah pacaran” menurut saya terlalu provokatif dan bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Ya, engkau benar. Terima kasih atas kritiknya.
Sekarang saya menyadari, judul tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu, saya baru saja meralatnya dengan menambahkan kata “(tetapi secara islami)”.

Judul aslinya masih saya sertakan. Sebab, Baca lebih lanjut

Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!

Update, 6 Juli 2008:

Saya telah mempertimbangkan pemuatan artikel ini dalam waktu yang lama. Bayangkan! Buku yang saya kupas tersebut sudah saya baca di awal terbitnya, yaitu November 2006. Sudah hampir dua tahun saya menahan diri untuk tidak mengemukakan kupasan saya itu di depan publik.

Saya sudah beberapa kali mengingatkan penerbit melalui moderator di milisnya. (Penulis buku tersebut adalah salah seorang editor di penerbit tersebut.) Pada mulanya pesan itu secara halus (tanpa menyebut istilah bid’ah). Namun pesan saya tidak ditanggapi. Mereka masih saja menerbitkan buku yang mengandung bid’ah itu, sehingga mereka menjangkau pembaca yang semakin banyak. Karenanya, kemudian terpaksalah saya sampaikan pesan tersebut secara terbuka supaya para pembaca buku seperti itu dapat kita ingatkan. Jika saya tidak mengingatkan pembaca buku tersebut, maka saya merasa berdosa.

—-Naskah semula:

Disamping bahaya zina pada budaya pacaran, kita juga perlu mewaspadai bahaya lain yang bahkan lebih mengerikan, yaitu bid’ah pada budaya ta’aruf praNikah. Mengapa lebih mengerikan? Sebab, bahaya ini cenderung kurang disadari. (Pelakunya menyangka menunaikan sunnah Rasul, padahal melakukan bid’ah yang sesat dan menyesatkan.)

Baca lebih lanjut

Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah

Dalil yg dipake [utk islamisasi pacaran] mungkin aja shohih, tp tidak shorih (jelas) menyebut pacaran itu boleh

Menurut ushul fiqih, kebolehan muamalah (termasuk pacaran) TIDAK membutuhkan dalil. Yang membutuhkan dalil adalah pelarangannya. Kaidahnya, semua muamalah itu halal, kecuali ada dalil qath’i yang melarangnya. Jadi, pengertian Anda terbalik. Seharusnya, pihak pengharamlah yang menyebutkan dalil yang secara qath’i (shahih dan sharih) melarangnya, namun mereka tidak dapat mengemukakannya. Dalil mereka yang disampaikan kepada kami tidak ada yang sharih.

… itu hanya tafsiran para pemuja akal dan filsafat.

Mengapa Anda bersangka-buruk tanpa bukti sama sekali? Baca lebih lanjut