Tag Archive | jodoh

Ta’aruf Network (jaringan persahabatan dan/atau perjodohan)

Marilah, wahai muslim dan muslimah, kita jalin hubungan persahabatan dan/atau perjodohan secara islami melalui Ta’aruf Network. Yo ayo ayo… gabung, ya! Caranya, pertama: Isi formulir pendaftaran dengan meng-klik di sini. Setelah proses pendaftaran ini kita selesaikan, kita menjadi anggota. Kemudian, dengan sesama anggota, kita bisa saling menyampaikan pesan, baik secara publik maupun secara privat.

Daripada menunggu jodoh, lebih baik…

Tolong donk Pak Ustadz…!!!!!! Minta Masukannya..??? Begini Pak, umur aku kan masih 20 dan masih kerja. kadang aku diledekin ma temenku. (udah punya cwo lom, kapan mau nikah, ntar klo hamil ga da temennya lho). secara temen2 ku dah pada merid dan mereka banyak yang hamil juga. Aku kan merasa agak2 TERSINGGUNG, ya walaopn mereka dengan bercanda secara aku kan lom punya cwo. Memang sich manusia ga ada yang sempurna dan aku tau itu, tapi aku pengen punya cowo seperti apa yang aku inginkan (sholeh, pekerjaan tetap, tggng jawab, setia). Menurutku ini kriteria yang standart.
Apa aku SALAH jika aku sering nolak cwo dan apa aku terlalu PILIH2 dalam mencari pasangan hidup..???? Sebelum aku bener2 sreg dan merasa ada yang cocok denganku, maka aku ga nerima dia, daripada MENYESAL kemudian hari…!!!!!! Aku berfikir, apapun yang diberikan padaku oleh Allah SWT pasti itu yang terbaik buatku walopun kenyataannya ga seperti yang aku inginkan. Cukup ini yang aku tanyakan.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Sudah khitbah, mau nikah, terbentur ridha orangtua

Senang sekali rasanya saya menemukan buku Ustadz [Istikharah Cinta] di tengah2 kegalauan saya saat ini. Saya adalah wanita berumur 24 thn. Akhir Desember 2008 kemarin seharusnya saya dijadwalkan aqad nikah dengan pria yang sudah meminang saya 1 tahun yang lalu. Namun tiba-tiba pada awal Desember 2008, rencana aqad tersebut dibatalkan oleh pihak keluarga laki-laki, dengan alasan jauh. (Pria tersebut dari A, dan saya asli B). Tunangan saya pun juga tiba-tiba berhenti berjuang. Tidak berargumen apa-apa atas pembatalan tersebut. Setelah saya telusur kenapa dia tidak berusaha meluruskan tujuan pernikahan, dia berkata bahwa dia sudah terpentok dengan kata-kata ibunya: “Mama tidak ridho dunia ahirat jika kamu menikah dengan xxxxxx.”

Sungguh pernyataan tersebut membuat keluarga saya terkaget-kaget. Karena pada awalnya semua lurus-lurus saja. Saat ini, jujur saja saya masih berharap keadaan pulih kembali, dan pernikahan dapat dijadwalkan kembali. Namun tunangan saya ketakutan. Dia sudah lepas tangan. Jika saya ingin tetap menikah dengan dia, maka saya harus meluluhkan hati ibunya dulu.

Sedangkan sampai saat ini, saya masih terus berusaha komunikasi lewat telepon dengan ibunya. Walaupun kadang-kadang dijawab dengan tidak enak. Saya bingung, sebenarnya apa yang menjadi masalah. Dikatakan sang ibu bahwa biar anaknya nikah dengan wanita sedaerah saja. Apalagi ibu sudah pernah bermimpi bahwa jika saya menikah dengan anak laki-lakinya, kelak akan cerai.

Ustadz, mohon nasehatnya akan hal ini. Saya masih mencintai bekas tunangan saya. Namun saya juga takut mendikte Allah jika saya terus berdoa agar dijodohkan dengan dia. Saya berusaha untuk legowo, namun bayangan pernikahan yang sudah kami rencanakan selama 1 tahun masih sangat membekas. Di satu sisi, saya juga kasihan melihat orang tua saya. Orang tua saya masih beranggapan bahwa tunangan saya masih punya janji untuk menikahi saya, sesuai lamarannya 1 tahun yang lalu.

1) Mohon dijelaskan: Apakah jika tunangan saya ngeyel tetap menikahi saya (sesuai janjinya waktu melamar saya kepada bapak saya), berarti dia anak durhaka? Saat ini dia pun dalam kondisi bingung, siapa yang harus dia pilih.

2) Pembatalan aqad tersebut dilakukan lewat telepon, dan hanya disampaikan kepada saya agar saya meneruskan kepada orang tua. Hal inilah yang membuat orang tua saya meradang, dan menganggap bekas tunangan saya tersebut masih punya janji kepada kami. Apakah hal ini betul begitu, ustadz?

3) Adakah dzikir yang bisa membuat dia dan keluarganya kembali mencintai saya, dan akhirnya pernikahan kami bisa barakah? Terkadang saya takut jika saya terkesan terlalu memaksakan diri dan mendikte Allah, sehingga tidak barokah.

4). Bagaimanakah niat istikharah saya yang paling sesuai? Apakah sesuai kasus 3 di buku istikharah cinta, ustadz, yaitu diantara 2 cinta?

5). Apakah jika saya tetap berjuang agar dia menikahi saya, artinya saya egois? Karena saya tidak memperhatikan perasaan orang tua saya?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Kalo belum ketemu jodoh gimana? (1)

Saya .., umur 24 tahun domisili di D. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan seorang pria dan sudah berjalan selama 3 tahun. Dari awal kami menjalin hubungan kami sepakat bahwa ini adalah hubungan yang tidak main-main. Awalnya saya merasa senang akhirnya ada juga yang mau menikahi saya. Namun seiring dengan waktu, banyak hal yang membuat saya menjadi kesal.

Pertama, waktu pertama kali bertemu dia janji mau menyelesaikan kuliahnya, namun 3 tahun kami jalan baru dia selesaikan. Alasannya macam-macam. Setiap kali saya motivasi dia untuk lulus, dia diam dan marah. Setelah lulus, penyakit hepatitis-nya kambuh, otomatis kami jadi mengundurkan rencana pernikahan.

Selain itu, orang tua saya juga semakin tidak setuju dengan dia. Kata ibu saya, ada yg ganjil. Itu feeling orang tua, biasanya bener. Saya juga sudah berusaha untuk mencari pekerjaan di daerahnya (kami memang menjalin hubungan jarak jauh selama ini, dia di P sedangkan saya di D), tapi tidak ada yang tembus. Saya istikharah, setelah itu perasaan saya seperti hampa dan berat.

Apakah memang hasil istikharah saya menunjukkan dia bukan jodoh saya? Kenapa ya setiap laki-laki yang berkenalan dengan saya selalu gagal, dulu mereka bilang saya tidak putih, pendek dll.. sekarang alasannya karena saya s2 mereka jadi minder…

Saya baca buku Bapak, doa & zikir cinta, ada doa & zikir pertemukan dengan jodoh, supaya mampu menikah, supaya memiliki kekuatan dalam menghadapi cobaan dll… apakah ada alasan kenapa bapak mengambil potongan ayat tersebut? (maaf pak, bukan meragukan bapak.. saya justru merasa terbantu sekali dengan tulisan bapak..akhirnya ada juga solusi untuk saya..karena selama ini saya selalu menemukan bacaan seperti pernikahan dini tapi tidak ada solusi mengenai ya kalo belum ketemu jodoh gimana? padahal dalam kasus saya… saya tidak menolak laki2, tapi ada faktor entah apa yang membuat laki2 tidak melamar saya-ini siy menurut saya)… tolong luruskan saya ya pak..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Harapan, Jodoh dalam Mimpi, dan Hukum Karma

Bapak Shodiq yang saya hormati, pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas tulisan-tulisan Bapak yang sudah beredar dan sangat mudah dimengerti, enak dibaca dengan bahasa yang dinamis, sedikit genit dan berkesan gaul tetapi tidak meninggalkan sopan-santun. Saya suka dengan gaya bahasa Bapak. Dari rasa suka gaya bahasa tersebut saya jadi ketagihan membaca semua buku yang Bapak tulis.

Kedua kalinya -sekaligus ini tujuan utama saya mengirim email ke Bapak- saya ingin bertanya kepada Bapak tentang permasalahan saya sebagai berikut:

Saya memiliki pacar (?) sebut saja Y. Sebenarnya kami sudah saling kenal “hangat-hangat taik anjing” -begitu orang menyebut- sejak tahun 2005 yaitu ketika kami sama-sama bekerja di Jawa Timur. Tahun 2006 kami sama-sama merantau ke pulau seberang. Tepatnya bulan oktober 2007 kami lebih dekat. Waktu itu saya tidak tahu kalau dia sudah menikah sebab ketika Y saya tanya, dia tidak mengiyakan. Kami menjadi lebih dekat sampai akhirnya kami terlibat making love. Baru pada Januari 2008 saya baru tahu kalau dia sebenarnya sudah menikah dengan X pada bulan Mei 2007.

Karena sudah terlalu jauh hubungan kami -Y berjanji menikahi saya- maka saya minta tanggung jawabnya. ternyata Y tidak mau bertanggung jawab dengan alasan kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Saya terus menuntut tanggung jawabnya sampai sekarang.

Disamping itu, saya selalu minta petunjuk kepada Alloh dengan sholat istiharah dan hajat. Sampai saat ini saya merasa belum mendapat petunjuk, hanya beberapa mimpi yang kurang lebih bertema sama. yang terakhir, firasat mimpi saya dapatkan setelah saya sholat istiharah dan hajat dimana waktu itu hati kecil saya yakin bahwa Y suatu hari nanti akan menikahi saya.

Dalam mimpi tersebut, saya sedang tiduran bersama Y. Tiba-tiba Y bertakbir “Allohu Akbar” lalu meniup kening saya, setelah itu Y berpakaian dan pergi (pulang) tanpa sepatah katapun.

Bapak Shodiq, saya tidak tahu apa makna mimpi saya tersebut. yang jelas sejak saya mendapatkan mimpi tersebut ada keyakinan pada hati saya bahwa Alloh tidak akan menyia-nyiakan harapan makhluknya. Perlu Bapak Shodiq ketahui, Y sudah punya seorang anak perempuan.

Pertanyaan saya:

  1. Apakah keyakinan saya tersebut tidak salah kaprah?
  2. Apakah mimpi yang saya dapatkan tersebut bisa dikategorikan mimpi spiritual? (saya sudah membaca buku Istiharah Cinta yang bapak tulis, tetapi saya masih ragu juga untuk menyikapi mimpi saya tersebut)
  3. Kira-kira apa makna mimpi saya tersebut?
  4. Apakah karma itu benar-benar ada? Apakah karma itu bisa menimpa anak keturunan orang yang bersangkutan?

Bapak Shodiq, saya sangat mengharapkan jawaban dari Bapak. Terima kasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Konsultasi: Cinta ataukah anggap sebagai adik saja

asalamu’alaikum ustad. saya orang yang dulu pernah konsultasi sama bapak, masalah masih mencintai mantan [pacar]…. dulu saya pesimis bakal ketemu orang yang seperti dya: rajin ibadah, sopan dll, yang jarang ditemukan pada kebnyakan orang biasanya. saya minta sama ALLAH untuk dipertemukan dgn jodoh saya orang yang mirip dgn mantan sya itu, dan 3 bulan kemudian saya ketemu dengan orang yang mirip dengan mantan saya. sya berfikir ALLAH mengabulkan permintaan saya, tapi sya tidak mengerti…

😦 bukan secra fisik tapi sikap nya. saya dekat dengn dya, tapi hanya sebatas itu saja. saya suka dengannya, tapi saya tidak pernah tau bgaimana perasaan dya. dya tau perasaan saya padanya. kalo saya sms, dibales. tapi selalu saya yang mulai duluan. saya bingung, apa maksudnya?

berulang kali saya coba menata hati, untuk tidak terlalu berharap, tapi saya tidak bisa membohongi diri saya, saya sayang…..

kalau menurut saya, dya memberi respon tapi saya tidak tau apa maksudnya *dya suka sama saya*? *dya anggap sya sbagai adiknya*?

sya bingung. menurut ustad, apa yang harus saya lakukan?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Curhat: Berjodoh dengan yang kurang baik

saya ali 25 thn, saat ini saya akan dijodohkan oleh orang tua saya pada seorang bidan, dan orang tua saya selalu mengatakan kepada saya, “jika kamu menikah dengan nya hidup kamu akan terjamin” saya tahu orangnya memang baik, tapi sampai saat ini saya belum sepaham dengan pemikiran ibu saya, dan ada suatu ayat Al-quran mengatakan ” baik menurut kamu belum tentu baik menurut Tuhan mu, dan Tuhan mu mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ” saya berpikir seorang bidan bukanlah jaminan dalam hidup yang menjamin hidup itu hanyalah Allah SWT, sekarang saya berkenalan dengan seorang perempuan yang bertolak belakang dengan keinginan ibu saya nama “bunga”, saya tahu dulu dia mempunyai latar belakang kurang baik (ibu dan bapaknya bercerai) sekarang dia tinggal di surabaya, ibunya di china dan bapaknya di australi, di surabaya dia tidak ada keluarga, dan saya merasa kasihan kepada dia, dan saya ingin merubah hidupnya untuk menjadi yang lebih baik, untuk lebih dekat dengan Allah SWT. pertanyaan saya…SALAHKAH SAYA MENCINTAINYA, SALAHKAH SAYA BILA MENIKAHINYA.

Baca lebih lanjut