Tag Archive | komunikasi

Manakah situs ta’aruf yang bertujuan nikah?

Saya ingin sekali untuk ber ta’aruf tanpa pacaran dengan tujuan menikah, karena usia saya juga sudah dewasa 28 tahun , karena saya pikir dengan pacaran hanya membuat dosa. Saya juga telah membaca seluruh artikel dan profile anda, juga bagaimana anda menikah dengan Ta’aruf tanpa pacaran … disitulah saya tertarik untuk melakukan Ta’ruf secara islam dengan Tujuan menikah. Jujur saja, sudah beberapa situs perkenalan Ta’ruf saya masuki dan berkenalan dengan member nya ternyata orang-orangnya hanya untuk tujuan Just Fun (Free sex) saya kecewa sekali , karena tujuan saya memang untuk membangun kebaikan bukan menambah dosa …. Sesama muslim saya minta tolong , sekira di mana tempat untuk berta’ruf yang mempunyai tujuan yang baik (tujuan untuk menikah)?

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Konsultasi: Dilema Hubungan Tanpa Status antar Aktivis Dakwah

Meskipun khalayak utama yang kubidik ialah orang ‘awam’, ternyata banyak juga aktivis dakwah yang “melirik”. Malah, sebagian diantaranya juga berkonsultasi. Salah satu masalah yang paling sering diajukan adalah dilema hubungan [cinta] tanpa status (HTS). Di satu sisi, mereka ingin tetap tekun menekuni dunia dakwah tanpa memutuskan hubungan percintaan mereka. Di sisi lain, teman-teman sesama aktivis di komunitas mereka itu menentang keras percintaan pranikah seperti itu. Lantas, gimana dong?

Sebelum kita rambah solusinya, mari kita dengarkan dulu suara hati beberapa orang diantara mereka. Pertama, Baca lebih lanjut

Cara Efisien Peroleh Jodoh

Berkali-kali melewatkan Hari Kasih Sayang tanpa pasangan? Mungkin situs perjodohan (seperti Ta’aruf Network) perlu dicoba untuk mencari pasangan hidup. Sebab, menurut survei, seperlima pengguna situs perjodohan di internet ternyata sukses menikah dengan jodoh yang mereka temui secara online itu. Apalagi, cara online ini sangat efisien: biayanya sedikit, tapi bisa menjangkau banyak sasaran yang secara fisik berada jauh dari kita.

Baca lebih lanjut

Ta’aruf Network (jaringan persahabatan dan/atau perjodohan)

Marilah, wahai muslim dan muslimah, kita jalin hubungan persahabatan dan/atau perjodohan secara islami melalui Ta’aruf Network. Yo ayo ayo… gabung, ya! Caranya, pertama: Isi formulir pendaftaran dengan meng-klik di sini. Setelah proses pendaftaran ini kita selesaikan, kita menjadi anggota. Kemudian, dengan sesama anggota, kita bisa saling menyampaikan pesan, baik secara publik maupun secara privat.

Kalo belum ketemu jodoh gimana? (1)

Saya .., umur 24 tahun domisili di D. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan seorang pria dan sudah berjalan selama 3 tahun. Dari awal kami menjalin hubungan kami sepakat bahwa ini adalah hubungan yang tidak main-main. Awalnya saya merasa senang akhirnya ada juga yang mau menikahi saya. Namun seiring dengan waktu, banyak hal yang membuat saya menjadi kesal.

Pertama, waktu pertama kali bertemu dia janji mau menyelesaikan kuliahnya, namun 3 tahun kami jalan baru dia selesaikan. Alasannya macam-macam. Setiap kali saya motivasi dia untuk lulus, dia diam dan marah. Setelah lulus, penyakit hepatitis-nya kambuh, otomatis kami jadi mengundurkan rencana pernikahan.

Selain itu, orang tua saya juga semakin tidak setuju dengan dia. Kata ibu saya, ada yg ganjil. Itu feeling orang tua, biasanya bener. Saya juga sudah berusaha untuk mencari pekerjaan di daerahnya (kami memang menjalin hubungan jarak jauh selama ini, dia di P sedangkan saya di D), tapi tidak ada yang tembus. Saya istikharah, setelah itu perasaan saya seperti hampa dan berat.

Apakah memang hasil istikharah saya menunjukkan dia bukan jodoh saya? Kenapa ya setiap laki-laki yang berkenalan dengan saya selalu gagal, dulu mereka bilang saya tidak putih, pendek dll.. sekarang alasannya karena saya s2 mereka jadi minder…

Saya baca buku Bapak, doa & zikir cinta, ada doa & zikir pertemukan dengan jodoh, supaya mampu menikah, supaya memiliki kekuatan dalam menghadapi cobaan dll… apakah ada alasan kenapa bapak mengambil potongan ayat tersebut? (maaf pak, bukan meragukan bapak.. saya justru merasa terbantu sekali dengan tulisan bapak..akhirnya ada juga solusi untuk saya..karena selama ini saya selalu menemukan bacaan seperti pernikahan dini tapi tidak ada solusi mengenai ya kalo belum ketemu jodoh gimana? padahal dalam kasus saya… saya tidak menolak laki2, tapi ada faktor entah apa yang membuat laki2 tidak melamar saya-ini siy menurut saya)… tolong luruskan saya ya pak..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Harapan, Jodoh dalam Mimpi, dan Hukum Karma

Bapak Shodiq yang saya hormati, pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas tulisan-tulisan Bapak yang sudah beredar dan sangat mudah dimengerti, enak dibaca dengan bahasa yang dinamis, sedikit genit dan berkesan gaul tetapi tidak meninggalkan sopan-santun. Saya suka dengan gaya bahasa Bapak. Dari rasa suka gaya bahasa tersebut saya jadi ketagihan membaca semua buku yang Bapak tulis.

Kedua kalinya -sekaligus ini tujuan utama saya mengirim email ke Bapak- saya ingin bertanya kepada Bapak tentang permasalahan saya sebagai berikut:

Saya memiliki pacar (?) sebut saja Y. Sebenarnya kami sudah saling kenal “hangat-hangat taik anjing” -begitu orang menyebut- sejak tahun 2005 yaitu ketika kami sama-sama bekerja di Jawa Timur. Tahun 2006 kami sama-sama merantau ke pulau seberang. Tepatnya bulan oktober 2007 kami lebih dekat. Waktu itu saya tidak tahu kalau dia sudah menikah sebab ketika Y saya tanya, dia tidak mengiyakan. Kami menjadi lebih dekat sampai akhirnya kami terlibat making love. Baru pada Januari 2008 saya baru tahu kalau dia sebenarnya sudah menikah dengan X pada bulan Mei 2007.

Karena sudah terlalu jauh hubungan kami -Y berjanji menikahi saya- maka saya minta tanggung jawabnya. ternyata Y tidak mau bertanggung jawab dengan alasan kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Saya terus menuntut tanggung jawabnya sampai sekarang.

Disamping itu, saya selalu minta petunjuk kepada Alloh dengan sholat istiharah dan hajat. Sampai saat ini saya merasa belum mendapat petunjuk, hanya beberapa mimpi yang kurang lebih bertema sama. yang terakhir, firasat mimpi saya dapatkan setelah saya sholat istiharah dan hajat dimana waktu itu hati kecil saya yakin bahwa Y suatu hari nanti akan menikahi saya.

Dalam mimpi tersebut, saya sedang tiduran bersama Y. Tiba-tiba Y bertakbir “Allohu Akbar” lalu meniup kening saya, setelah itu Y berpakaian dan pergi (pulang) tanpa sepatah katapun.

Bapak Shodiq, saya tidak tahu apa makna mimpi saya tersebut. yang jelas sejak saya mendapatkan mimpi tersebut ada keyakinan pada hati saya bahwa Alloh tidak akan menyia-nyiakan harapan makhluknya. Perlu Bapak Shodiq ketahui, Y sudah punya seorang anak perempuan.

Pertanyaan saya:

  1. Apakah keyakinan saya tersebut tidak salah kaprah?
  2. Apakah mimpi yang saya dapatkan tersebut bisa dikategorikan mimpi spiritual? (saya sudah membaca buku Istiharah Cinta yang bapak tulis, tetapi saya masih ragu juga untuk menyikapi mimpi saya tersebut)
  3. Kira-kira apa makna mimpi saya tersebut?
  4. Apakah karma itu benar-benar ada? Apakah karma itu bisa menimpa anak keturunan orang yang bersangkutan?

Bapak Shodiq, saya sangat mengharapkan jawaban dari Bapak. Terima kasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Konsultasi: Ternyata dia sudah beristri

assalamu alaikum pa ustad…. begini pa ustadz, saya punya tmn cwo yang kami berdua saling berjauhan , kenalan kami dulu swktu saya dan dia chating di intrnt. biasanya klu chating jarang2 ada yg nyambung tp klu kali ini saya chating nyambung bngt ma dia pa ustadz, jd mulai saat itu kami slng tukar menukar no hp dan saling bahkan tukar menukar fhoto pa ustadz. mulai saat itu kami berdua srng sms an bahkan tlp2an. dan dari sekian lama kami berkenalan kami berdua sama sama saling menyukai sekalipun kami belum prnh ketemu pa ustadz. tapi ada satu kekecewaan pada saat itu yang aku rasakan pa ustadz yaitu pada saat aku dan dia sama – sama saling menyayangi ., dia baru mengatakan kalau dia sudah berumah tangga dan mempunyai satu orang anak. pada saat dia mengatakan itu hatiku sakit, kecewa, menyesal ….
semua campur aduk pa ustadz. aku marah ma dia dan aq tanya ma dia kenapa baru sekarang dia katakan kalau dia sudah berumah tangga ? knp sebelum aku dan dia saling menyayangi baru dia katakan ? tp apa jawaban dia pa ustadz ” dia mengatakan kalau dia mengatakan dari semula mungkin aq ga mau menerima dia sebagai temannya ” emang benar juga yang dia katakan pa ustadz kalau aku mengetahui dari semula kalau dia sudah berumah tangga mungkin aku g mau melanjutkan perkenalan ini. tapi itu dia pa ustadz aq dan dia sudah sama – sama menyayangi dan kami sudah berusaha untuk melakukan hal supaya kami bisa pisah tapi tetap aj g bisa pa ustadz. emng sich beberapa bulan bisa pa ustadz walaupun itu suatu hal yang menyakitkan bagi perasaan kami , tapi demi kebaikan bersama kami tetap aj g bisa pa ustadz…
jadi aku sangat mohon dan mohon pada pa ustadz, atas pertolongannya pa austadz bagaimana cara mengatasi permasalahan kami ini. sebenarnya masih banyak lagi pa’ ceritanya tapi g mungkin aku bahas semuanya pa . aku sangat berharap kepada pa ustadz atas bantuannya agar permaslahan saya ini bisa dipecahan pa ustadz. tolong ya pa ustad bantu saya agar bisa melupakan dia pa ustadz.
atas pertolongannya saya ucapkan banyak terima kasih ya pa ustadz.
wasslamu alikum wr. wb……………

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut