Tag Archive | pacaran dalam islam

Fatwa Muhammadiyah tentang Pacaran Islami

Sudah cukup lama (2003) Majelis Tarjih Muhammadiyah mengeluarkan fatwa tentang pacaran dalam Islam. Bila istilah “pacaran” diartikan sebagai “berteman dan saling menjajaki kemungkinan untuk mencari jodoh berupa suami atau istri” (Purwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia (1976)), maka pacaran itu selaras dengan sunnah Rasul.

Baca lebih lanjut

Definisi & Bentuk Nyata Pacaran Islami

saya pengen tanya: Dari manakah bpk mendapatkan istilah “pacaran islami”; dari alQURAN kah atau hadist atau Qias atau ijma’ulama atau fatwa ulama barangkali atau ada rekomendasi dari ulama?Atau malah jgn2 dari pendapat dan tafsir diri anda pribadi?

Bertanyalah dengan sesopan-sopannya. Al-Qur’an tidak mengajarkan kita untuk bersangka buruk, ‘kan?

Menurut kaidah dari ushul fiqih, semua muamalah itu boleh, kecuali bila ada larangan dari nash secara qathi. (Kaidah2 itu dirumuskan oleh para ulama ahli ushul fiqih berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.) Pacaran itu tergolong muamalah. Jadi, menurut kaidah tersebut, pertanyaan kita seharusnya: Manakah nash yang secara qath’i melarang pacaran islami? Baca lebih lanjut

Pilih Sungguh-Sungguh Islami ataukah Kelihatan Islami?

pak, tidak semua orang membaca keseluruhan blog ini…
saya maklum terhadap orang-orang yang berkomentar “pedas” “cepat” dan “singkat”.

Di satu sisi, aku pun memakluminya. Di sisi lain, aku sangat menyayangkan mengapa aktivis dakwah lebih menaruh perhatian pada “kulit” daripada isi. Kalau aktivis saja sudah begitu, bagaimana dengan obyek dakwahnya?

saya harap bapak juga bisa lebih kalem, lapang dan jelas dalam memberikan tanggapan balik, karena orang yang sejak awal sudah berfikiran keras, akan lebih susah diberi masukan…

Silakan memberi contoh dengan menanggapi sebuah komentar ivan dan beberapa komentar serupa, lalu Baca lebih lanjut

Pengalaman PraNikah Diriku & PraNikah Rasulullah SAW

sekedar ingin tahu….M. Shodiq Mustika dulu nikahnya dengan cara apa??
Apakah sesuai dengan cara yang akhi ungkapkan di sini?
Jujur, saya ragu-ragu tentang perkataan akhi di halaman-halaman ini.
Teman saya nikah dengan ta’aruf, ga pake neko-nekoan didahului soal konsep tanazur segala, sumpah deh, dan kini ia berhasil.
Dan apakah Rasulullah menikah dengan cara “pacaran Islami” sesuai konsep yang akhi gembor-gemborkan di sini?

Demikianlah sejumlah pertanyaan dari seorang tamu blog Tanazhur PraNikah. Berikut ini jawaban dari diriku, M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Mengapa pakai istilah “pacaran islami”

Image istilah pacaran sudah jauh dari ajaran islam, dan cenderung mendekati zina. Lalu mengapa kita harus menggunakan istilah pacaran islami? mengapa tidak diganti dengan bahasa yang lebih”islami”. Islam tidak mengenal pacaran. Pernikahan dalam islam di mulai dari proses ta’aruf, kitbah/meminang, dan walimah. Aturan dan adabnya sudah jelas. Jangan memaksakan sesuatu yang justru akan membawa ke hal yang bathil, lebih banyak mudhratnya. Selama ini banyak umat islam yang mencari-cari pembenaran bahwa ada pacaran secara islam? jangan hanya menginginkan situs ini hanya untuk tujuan populeritas, apalah arti semua itu diamata ALLAH SWT. Lihatlah dengan mata hatimu, dari berapa komentar yang masuk, ternyata banyak yang mengkritik. Sekiranya memang tidak mau dkritik sesama muslim, apakah kita harus menunggu kritikan ALLAH SWT? Belum terlambat.

Demikian kata seorang tamu blog Tanazhur PraNikah.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

10 Perbedaan Ta’aruf dan Pacaran Islami

Konsep Ta’aruf praNikah ada banyak. Begitu pula konsep Pacaran Islami. Begitu banyak kuantitas konsep-konsep itu, sehingga kita tak bisa secara eksak menyimpulkan perbedaan antara ta’aruf dan pacaran islami. Sekalipun demikian, kita dapat menganalisis perbedaan antara konsep seseorang dan konsep seseorang lainnya. Misalnya antara konsep saya mengenai pacaran islami (yang saya tuangkan di blog Pacaran Sehat ini) dan konsep seorang penulis mengenai taaruf (yang dia tuangkan di buku Taaruf, Keren..! Pacaran, Sorry Men!).

Baca lebih lanjut

Kepada Yth. Sdr. Penentang Islamisasi Pacaran (republished)

Assalaamu’alaykum wa rahmatullaah wa barakaatuh.

Wahai para penentang islamisasi pacaran!

Kami mengerti, kalian masih belum puas dengan perselisihan pendapat antara kita. Memang, kami sudah menyediakan halaman khusus, halaman Kritik. Namun, ternyata itu belum memadai bagi kalian. Kalian justru lebih sering melancarkan kritik di bagian komentar postingan.

Sebenarnya, penyediaan halaman khusus untuk kritik tersebut adalah supaya kami bisa berkonsentrasi menawarkan konsep pacaran islami untuk para pembaca pada umumnya. Namun berhubung kritikan kalian teramat banyak, yang sebagian besar tidak kalian letakkan di halaman tersebut, jadilah situs ini malah terlalu sering menangkis kritikan kalian. Akibatnya, porsi untuk menawarkan konsep pacaran islami menjadi sangat minim.

Oleh karena itu, sebagai jalan tengahnya, kami memutuskan:

Baca lebih lanjut