Panduan Tanazhur

“Bagaimana cara pacaran yang islami?” Pertanyaan ini sering kami jumpai, tetapi jawabannya seringkali kurang memuaskan.  Kekurangpuasannya pada garis besarnya meliputi dua hal: [1] keragu-raguan apakah itu memang islami, dan [2] kekurangjelasan cara penerapannya.

Keragu-raguan itu cenderung tetap ada meskipun kita sudah berlandaskan Al-Qur’an dan hadits shahih. Ini karena keterbatasan akal kita untuk memahaminya. Sungguhpun demikian, persoalan ini dapat kita atasi dengan mengacu pada pandangan ulama terpercaya yang sudah mendalaminya.

Sementara itu, kekurangjelasan itu kita jumpai karena selama ini, biasanya kita hanya menerima penjelasan “asalkan tidak melanggar norma agama”. Cara penerapannya bagaimana, kita belum menjumpai jawaban yang rinci. Namun, persoalan ini pun dapat kita atasi, yaitu dengan menyampaikan penjelasan yang serinci-rincinya.

Untuk mengatasi dua persoalan tersebut sekaligus, kami saat ini menyusun tiga buku trilogi “Panduan Pacaran Islami”. (Kalau Anda belum sempat membacanya, setidak-tidaknya bacalah halaman Wajib Baca di blog ini.) Ini dia buku-buku panduan pacaran islami:

1) Ayat-Ayat Mesra: Ekspresi cinta asmara islami ala Ibnu Hazm al-Andalusi, seorang ulama besar di Abad Pertengahan. (Naskah ini sudah kami selesaikan dan akan diterbitkan oleh Penerbit Salamadani. Semula, judulnya: Mesra Tanpa Zina.)

2) Fiqih Cinta Pra-Nikah: Batas-batas bolehnya bercinta sebelum pernikahan menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. (Naskah ini sedang kami susun, berdasarkan halaman Fiqih Pacaran.)

3) Surga Cinta Pra-Nikah: Panduan “bercinta sebelum khitbah” menurut seorang ulama Ikhwanul Muslimin, yakni Abdul Halim Abu Syuqqah, sahabat Syaikh Yusuf Qardhawi. (Naskah ini akan kami susun, berangkat dari halaman Kebebasan Bercinta.)

Bagaimana menurut Anda? Silakan sampaikan tanggapan atau masukan dalam bentuk apa pun!

Iklan
18 Komentar

18 thoughts on “Panduan Tanazhur

  1. Ping-balik: Taaruf dan pacaran islami: Mana yang lebih efektif? « Pacaran Islami

  2. Ibarat kata bermain api. Mungkin kl fisik bs saja dpisahkan.namun siapa yg tahu dg hati? Yg tiada berpacaran saja sudah ketar ketir,apalagi yg melegalkanny. Harus diingat bahwa dosa bkn hanya dnikmati seorang pemabuk miras tp jg pembuatny. Anda berani menjamin surga? Wallahua’lam.

  3. Ping-balik: Panduan Pacaran Islami bukanlah ibarat bermain api

  4. Ping-balik: Mengatasi Penyebaran Virus Merah Jambu « Salafi Liberal

  5. Astaghfirulloh…sok aja langsung NIKAH…masalh membeli orang dalam karung??ada cara lain yang lbh “cantik” pak…hehehh

    Tetep Menuntut Ilmu Pak…=)
    doakan saya juga sedang tahap belajar dan belajar

  6. Ping-balik: Buku pertama Panduan pacaran islami segera terbit « Pacaran Sehat

  7. Artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://buku.infogue.com/panduan_pacaran

  8. sejak kpn status pacaran diberlakukan, bukannya di dlm islam gk ada yg namanya pacaran, yg ada hanya pengenalan ato ta’aruf,itupun cuman buat yg bnr2 calon suami/istri,,, trus pcrn yg islami maksudny gmn y?

  9. hanya buat yang baca,
    hati-hati!!!!
    pacaran boleh saja, tapi sesudah nikah….

  10. yang merasa masih awam tentang ilmu agama Islam contohnya masih awam tentang hukum pacaran dimohon jangan dengan mudah mengambil dan menyetujui pendapat m shodiq ini. Galilah ilmu agama dari tokoh-tokoh agama yang masih hanif. saat mengambil pendapat jangan pula tanpa mencari pembandingnya (mengambil pendapat dari satu pihak tanpa kepastian pendapat dari pihak lainnya). Hindarilah kebodohan dengan belajar Islam.

  11. Apapun bahasa anda, sebetulnya yg anda lakukan adalah propaganda menghalalkan pacaran, walaupun ditambahkan embel-embel pacaran islami.
    Tak akan pernah bercampur yg haq & yang bathil: pacaran (bathil) & islam (haq), bagaimana mungkin anda mencoba mencampurkannya.
    Tak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada ALLAH.

  12. @ Gaara
    Masalah hati sudah kami kupas di artikel “Sulitkah menjaga hati dalam pacaran islam?

    @ dini
    Silakan pilih yang paling “cantik”. Hanya saja, yang tercantik menurut dirimu belum tentu tercantik dalam pandangan saudara-saudara kita lainnya.

    @ ryan
    Bukankah untuk menjelaskan itulah artikel ini dibuat? Kalau belum jelas, silakan baca buku yang dirujuk di artikel ini.

    @ himmura
    Bagaimana mungkin “pacaran sesudah menikah“, padahal arti pacaran adalah “persiapan sebelum menikah”? Apa mau menikah lagi?

    @ Lex dePraxis
    Terima kasih. Buku pertama sudah tersedia di toko-toko buku terkemuka.

    @ Kopral Bambang
    Siapa sajakah ulama terkemuka yang menetapkan fatwa haramnya pacaran?

    @ zul_firman
    Terima kasih atas ukhuwah kita, antara lain yang terjalin lewat Multiply.
    Betul. Yang haq takkan bercampur dengan yang batil. Untuk itulah kita perlu melakukan upaya islamisasi (melakukan “pembersihan”) terhadap budaya ini.

  13. Pacaran Islami lagi…
    Pacaran Islami lagi…
    Teman-teman ikhwah fillah rahimakumullah…
    Daripada kita sibuk ngurusin provokator pacaran Islami yang udah jelas ngawur dan ngeyel kaya gini… lebih baik kita perbanyak amal dan aksi nyata demi membangun kembali peradaban Islam yang telah terkontaminasi virus-virus sipilis (sekularisme, pluralisme agama, dan liberalisme).
    Biarlah provokator pacaran Islami berurusan langsung dengan Allah SWT.
    The last… wah gawat juga nih bawa nama IM…

  14. @Mr
    @ zul_firman
    Terima kasih atas ukhuwah kita, antara lain yang terjalin lewat Multiply.
    Betul. Yang haq takkan bercampur dengan yang batil. Untuk itulah kita perlu melakukan upaya islamisasi (melakukan “pembersihan”) terhadap budaya ini.

    Tu kan pembersihan… islamisasi disini adalah menyeret islam ke dalam budaya yg berkembang atw membawa budaya yg berkembang ke dalam islam???

    Mohon penjelassanyya.

  15. Astaghfirullahaladziim..
    Bener tuh.. Mana ada pacaran yg islami?!?! Islam itu gak kenal pacaran ya.. Jgn bid’ah..
    Bersentuhan dengan lawan jenis yg bukan muhrim aja gak boleh..
    Ap yg dimaksud “pacaran islami” itu dg cara cuma ngobrol2 yg biasa2 aja, tanpa pake liat2an, apalagi gandengan tangan, peluk2an, dll..
    OK, silakan aja dilakukan kalo bisa menjamin “gak lebih dari itu”.. Tp tetep aja yg kayak gitu mana bisa disebut pacaran?! Sama aja temenan…
    Yg perlu diingat, setan punya berbagai muslihat untuk menjerumuskan manusia…

    Tanggapan Admin:
    1) Makna asli “pacaran” adalah “persiapan nikah”. Mustahilkah ada persiapan nikah yang islami?
    2) Segala yang Anda persoalkan itu sudah kami bahas dalam banyak postingan di blog ini. Silakan simak secermat-cermatnya.

  16. Ping-balik: vizentica.blogr.com - stories - 2009-07-26-Pacaran-Islami

Komentar ditutup.