“SMART”

Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaah wa barakaatuh.

Saya memulai pembangunan situs Pacaran Islami ini dengan menangis. Saya menangis menyimak berbagai berita tentang betapa kita Bergedung tinggi Berakhlak rendah. Saya menangis mengendus bau busuk yang mencemari istilah pacaran. Saya menangis menatap aneka kegagalan dakwah di kancah pranikah.

Selaku penulis buku yang membutuhkan “nama baik” (agar buku saya dibaca orang sebanyak-banyaknya), akan lebih “menguntungkan” bila saya menggarap tema-tema lain saja, yang lebih aman, seperti shalat, pernikahan, pendidikan, dakwah, dll.. Namun selaku hamba Allah, saya merasa kehilangan muka di hadapan-Nya seandainya saya biarkan persoalan yang membuat saya menangis tersebut “berlalu” begitu saja.

two-arabic-doves.gif

Kita harus melakukan sesuatu untuk mengatasi persoalan ini. Di depan kita, tersedia sekurang-kurangnya dua pilihan islamisasi pacaran: [1] cara radikal, [2] cara moderat.

Bila kita pilih cara radikal, kita dapat memerangi budaya pacaran sampai ke akar-akarnya. Karena akarnya adalah istilah “pacaran”, sebuah istilah non-Arab, kita bisa menggantinya dengan istilah Arab. Umpamanya: istilah “tanazhur”. Cara radikal ini sangat cocok diterapkan untuk kalangan muda-mudi tertentu yang ghirah-nya dalam ber-Islam amat kentara, yaitu terutama kalangan aktivis dakwah. Mereka memang cenderung lebih mudah kita dakwahi dengan istilah Arab daripada non-Arab.

Bila kita pilih cara moderat, kita dapat mengarahkan budaya pacaran dari yang jahiliyah ke yang islami. Istilah “pacaran” yang sudah populer di masyarakat tak perlu kita ganti. Cukuplah kita menambahinya dengan istilah “islami” seperti halnya perlakuan kita terhadap bank, hotel, sekolah, dsb. Cara moderat ini sangat cocok diterapkan untuk kalangan muda-mudi “awam” (pada umumnya) yang ghirah-nya dalam ber-Islam kurang kelihatan. Mereka memang cenderung lebih mudah kita dakwahi dengan istilah non-Arab daripada Arab.

Dua cara tersebut saya dukung. Ingin rasanya saya menjalankan keduanya sekaligus secara setara. Namun demi efektivitas pelaksanaannya, mesti ada satu cara yang lebih saya prioritaskan.

Saya mempertimbangkan, kejahiliyahan orang awam dalam pacaran lebih memprihatinkan daripada aktivis dakwah. Karena itu, di sini saya lebih memprioritaskan berdakwah kepada muda-mudi pada umumnya daripada berdakwah kepada aktivis dakwah. Meskipun saya masih berusaha menggunakan cara radikal pula, cara moderatlah yang lebih saya utamakan.

Bila Anda mendukung cara moderat tersebut, silakan sampaikan masukan Anda di kotak komentar mana pun yang tersedia. Namun seandainya Anda menentang cara moderat tersebut (atau menentang keberadaan pacaran islami), silakan tuliskan kritikan Anda di halaman Kritik saja, bukan di tempat lain. Pemisahan ini saya sengaja supaya situs ini lebih terkonsentrasi pada persoalan bagaimana menjalani hubungan percintaan pranikah secara islami.

Supaya lebih terkonsentrasi pula, kita gunakan metode klasifikasi SMART. (Lihat Salat SMART.) Secara demikian, pembahasan kita di situs ini terutama adalah mengenai “Pacaran SMART” yang meliputi:
1 - Siagakan Pelaku Tanazhur (persiapan)
2 - Mantapkan Wujud Tanazhur (penampilan)
3 - Arungi Makna Tanazhur (pikiran)
4 - Rengkuh Ruh Tanazhur (perasaan)
5 - Tebarkan Hikmah Tanazhur (tindak lanjut)

Demikianlah pengantar dari saya untuk Anda. Semoga Allah SWT senantiasa bersama kita. (Amin.)

NB: Demi penyempurnaan situs Pacaran Islami ini, saya mengharap bantuan Anda, apa pun bentuknya.

Wassalam,
Solo, 11 April 2007
M Shodiq Mustika

Responses

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji.

Tambahan dari Administrator:
Tentu saja! Pacaran islami tidak mendekati zina. Lihat 12 alasan mengapa bercinta sebelum menikah

menurut saya silahkan pacaran, tapi perhatikan rambu berikut
1. jangan jadi musyrik
2. jangan jadi munafik
3. jangan jadi zaani / zaaniyah

silahkan pahami sendiri klo lebih pengin jelas bisa hubungi saya
terima kasih

Mas Emang Menurut Pandangan Islam Pacaran itu Gmna, Boleh Or Ngak….. ?
Thank’s

Jawaban M Shodiq Mustika:
Ada bentuk pacaran yang terlarang (yaitu yang mendekati zina, syirik, munafik, dsb). Ada pula bentuk pacaran yang tidak terlarang, bahkan dianjurkan. Lihat 12 alasan mengapa bercinta sebelum menikah

bagus…
tapi belum sempat eksplore
keburu malem
mo bobo’
kapan2 nonton lagi
ane dah lulus pacaran, islami lagi…

Di sini rasanya masih samar-samar.
Tolong diperjelas lagi, mana saja hal yang boleh dilakukan, dan tidak.
Misal :
Tidak Boleh : ML, Berciuman, dll.
Boleh : Saya masih bingung apa saja yang menurut anda boleh.
Jadi perlu ada pembedaan mana saja yang terlarang dan tidak terlarang

Jawaban M Shodiq Mustika:
Anda benar, perlu ada pembedaan antara mana yang haram dan mana yang halal. Namun, islamisasi hubungan percintaan pranikah ini perlu melibatkan kita semua, tidak bergantung kepada saya seorang. Karena itu, silakan Anda menyumbangkan pandangan, apa saja yang halal dalam hubungan ini. Saya sendiri (bersama kawan-kawan) telah merangkum pandangan Abu Syuqqah mengenai apa saja yang halal dalam hubungan pria-wanita nonmuhrim di luar nikah. Kami merangkumnya di buku Gaul Gaya Rasul, terutama Bab 3, 4, dan 9.

memang,budaya pacaran yang berkembang di masyarakat kita sudah sangat memprihatinkan. mengenai metode yang anda . tawarkan tersebut, saya setuju. untuk orang awam mungkin itu hanya untuk meminimalisir kemaksiatan. bagi yang sudah mengetahui ajaran islam lebih dalam hendaknya pikir-pikir dulu. sehingga islam tidak harus menawarkan radikalisme dalam berdakwah

syukron…

pacaran memang suatu delima bagi kaum muda sekarang ini. bagaikan bumerang pacaran adalah gerbang menuju kemasiatan (itu pun tergantung orangnya). namun realita cinta sendiri tidak bisa dipungkiri lagi dengan rasa cinta yang merupakan anugrah terindah dari Allah dan sekarang sudah didukung oleh majunya perkembangan IT sehingga komunikasi dua orang lawan jenis pun dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. parahnya lagi pacaran merupakan hal yang samar karena belum ada dalil yang jelas dan peraturan baku yang jelas tentang definisi pacaran itu sendiri.
saya ucapkan terima kasih buat mas shodiq yang telah mendekatkan makna pacaran ke dalam Islam sehingga nantinya pacaran itu sendiri dapat di bersihkan dari arti kotor yang selama ini mengembang.

you’re welcome…

Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
Afwan, ana analogikan dengan Unit Usaha Syari’ah (UUS) pd Bank Konvensional (BK). Dulu ada praktisi perbankan syari’ah (afwan, ga ana sebutkan namanya) yg mempertanyakan apakah UUS selamanya akan menjadi UUS dalam BK ataukah UUS merupakan embrio/cikal bakal terjadinya perubahan total dari BK menjadi Bank Syari’ah (spin off) yg tidak menerapkan bunga? Sebab jika selamanya hanya menjadi UUS, Bank tersebut hanya berorientasi pd profit dr pangsa pasar muslim yang sangat besar. Tetapi jika terjadi spin off itu berarti ada itikad dari bank tersebut untuk menerapkan aturan 4jJ1 SWT bukan hanya profit semata. Pertanyaan ana apakah “pacaran islami” itu merupakan embrio untuk sedikit demi sedikit berubah dari “pacaran” menjadi “ta’aruf” ? Jujur aja ana sendiri belum faham definisi pacaran tu apa? Mohon penjelasannya, dan semoga qta mendapatkan petunjuk dari 4jJ1 SWT (aamiin)
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb

wa’alaykum salam wr wb
Sebagian bank syariah memang hanya merupakan unit usaha dari bank konvensional, tapi sebagian lainnya tidak.
Pacaran islami ini tidak diarahkan untuk menjadi taaruf karena memang agak berbeda. Untuk jelasnya, silakan simak tulisan-tulisan di situs ini.

ass…Rie gak stuju banget sich pacaran koq pake embel2 islami, tapi klo judul itu bisa jadi usluf/cara dakwah yang efektif bagi yang masih amah(awam)kenapa gak?hanya mungkin perlu di luruskan lagi kelak pemahaman ini…
wass

Asslamu’alaikum
wah makasih banget nich buat ilmunya…. :)
saya minta izin link ya :D

w/s

Bila perasaan cinta itu tidak dibina n ditelantarkan keburu diambil orang lain.Yang jelas pembinaan itu tidak melanggar syariat aja.

kata iip wijayanto, pacaran islami itu lokasinya dimasjid dan sebelum berpegangan tangan dilakukan prosesi membaca alfatihah :hammer:

tentunya iip berkata demikian dalam rangka menyindir yg pacaran :)

Selamat berpacaran Islami

Terima kasih. Yang menyindir pacaran islami memang tak sedikit. Bahkan ada pula yang menghujat. Karenanya, kita serukan: Wahai Penghujat Pacaran Islami: Jangan kau undang kemurkaan Allah dan kemarahan Rasul-Nya!

wah mas. saya bingung apa itu pacaran?
yang pasti saya belum menemukan dalil mengenai pacaran.

Ada banyak definisi pacaran. Di sini saya menggunakan definisi yang disebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kaidah ushul fiqih dalam hal hubungan dengan sesama manusia, segalanya boleh kecuali ada dalil yang secara qath’i melarangnya. Kalau kita belum pernah menjumpai dalil yang melarang pacaran, itu berarti bahwa pada dasarnya pacaran itu boleh. (Yang terlarang adalah zina dan “mendekati zina”.)

[Pengikut F*I]
asstaghirullah. ini bLog apaan ini, haram-haram™, gantung™, bakar!!™

hehe.. :P
salam kenal oM, makasih tambahan pencerahannya :D nice bLog ;)

:) subhaanallaah walhamdu lillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar

saya juga ingin sekali bisa pacaran secara islami. lebih ingin lagi, lompat ke step selanjutnya yaitu : menikah.

amien ya robbal alamien.

mas… kalo saya tidak sempat pacaran sih dulu.. T.T jadi gak bisa ngikutin metodenya.. apa perlu untuk pacar yang ‘kedua’? ^^ heheheh.. bercanda.. eh mas shodiq ada gak ilmu yang tentang suami istri?

ilmu ttg suami-istri?
ada beberapa artikel di blog M Shodiq Mustika
silakan simak

wah.. baydewei.. maaf saya kurang sopan.. perkenalkan nama saya grahat..

nggak tahu lah mas, saya pikir-pikir dulu

kowe ki islam apa bukan koq ada istilah pacaran islami!!!

@ Doel..
yang berhak menilai kualitas keimanan kita hanya Allah saja.. ente jangan beranggapan bahwa diri ente selalu lebih tau, lebih mulia…

Lebih baik dihindari saja, kalau mau nikah, yach ta’arruf saja lah, itupun baiknya jangan berlama-lama karena bisa mengganggu konsentrasi kita, baik dalam shalat ataupun aktivitas lain.

Kalau dipikir, mendingan langsung nikah aja. Gitu Aja Kok Repot

Istilah PACARAN/PACAR dalam bahasa asli Alkitabiab Perjanjian Lama (Ibrani/Aram) adalah berarti (etimologinya) :teman hubungan intim/teman hubungan sex; terdapat dalam Yeremia 13:21,22. Jadi istilah PACARAN tidak boleh dipakai bagi mereka yang belum menikah. Di dalam Keristenan tidak mengenal istilah PACAR/PACARAN. Tahap Pergaulan muda-mudi yang benar:
1. Berkenalan
2. Berteman
3. Bersahabat/Teman Dekat/”Teman Spesial”
4. Bertunangan
5. Pernikahan (Pacaran)

Semoga Informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Jesus Bless You All

@Awhienk
Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/

@Hery
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Dalam pandangan kami, “pacar” itu istilah bahasa Indonesia, bukan dari bahasa Ibrani/Aram. Karena itu, untuk mengenali maknanya, kami menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia, bukan Alkitab. Artinya kira-kira seperti yang nomor 3, “teman spesial”.
Harap maklum.

ada-ada saja ente ini…

ehm…
sesaat saya juga sempat ditanya teman saya apakah pacaran itu boleh atau tidak, dalam Islam tentunya, lalu sesaat kemudian saya menjawab kalau dalam islam itu tidak mengenal yang namanya prinsip pacaran, lha wong namanya bersentuhan lawan jenis dalam suatu hadits saja dilarang bagaimana bisa pacaran.

Apakah pacaran itu gak bersentuhan dengan lawan jenisnya, maaf soale saya juga belum merasakan yang namanya pacaran, tapi sekelumit yang saya lihat yang namanya pacaran itu minimal bersentuhan, itu sungguh minimal.

Cuma mau tanya apa jawaban saya benar, soale ilmu saya masih dangkal, thx

:CMIIW:

pacaran tidak harus bersentuhan. tidak ada itu di kamus bahasa indonesia :D

@add

Dalam Islam, ada pacaran. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/

Pacaran itu tidak identik dengan mendekati zina. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/

Benar kata adit, “pacaran tidak harus bersentuhan”. Survei ilmiah pun membuktikan, tidak semua pacaran itu pakai sentuhan. Salah satu survei terhadap siswa 170 SMA di Jakarta mengabarkan, “95 persen gaya pacaran para siswa masih menganut pola lama dengan hanya mengobrol”. Lihat http://www.bkkbn.go.id/article_detail.php?aid=701

Sebagian komentar/pertanyaan ternyata kurang relevan dengan topik “islamisasi pacaran secara SMART” di halaman ini, sehingga terpaksa kami hapus.

@cahaya
Halaman konsultasi sudah disediakan tersendiri.

kalo gak salah yang namanya pacaran maunya lebih..awalnya sih ngobrol2..terus pegangan..terus..terus..terus yang lainnya deh..

Tanggapan Admin:
Survei ilmiah membuktikan, pacaran tidak identik dengan “mendekati zina”. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/

subhanallah…..
pandangan Abu Syuqqah (saya pun tak kenal siapa atau ulama’ mana orang ini) telah mengalahkan hujjah ratusan ulama’ salafushalih dan imam mahdzab tentang hubungan pria dan wanita !!!!! bahkan katanya dia me-mansukh hadits larangan khalwat!!!! Hebat sekali dia!!!

Trus…., istilah tanazhur…..wah…..istilah baru, nyaingin istilah syar’i ta’aruf yang sudah disyari’atkan Allah nih……
Saya berlindung pada Allah dari perkara-perkara baru yang ditetapkan manusia sebagai penyaing perkara yang sudah ditetapkan Allah !!!! naudzubillah min dzalik !!!

InsyaAllah (he..he..)
jika pikiran itu udah negatif melulu, maka apapun itu akan buruk semua. biasanya sih orang ini nggak dianjurkan tuk berkomentar (ups.. maap, haknya kena :-p) halal haram tergantung mudhoratnya bagi kita, so, kembali pada kita. klo pacaran justru menghancurkan kita, bahkan sampai iman kita! eh.. mendingan akh adip (afwan) duduk2 ja dirumah. dan nggak usah nanggapin ni semua pake aja prinsip:
“biarkanlah! bumi itu berputar dg sendirinya”
tapi kalo bisa fikir positif dikit juga gpp…
(bingung nggak?)

oh ya… pak Shodiq, klo ada kata2 ana yang salah, dikoreksi yach.. maklum bar berlajar beri komentar…

@adip
Ijtihad bukanlah persoalan menang-kalah atau pun mayoritas-minoritas.
Abu Syuqqah ialah ulama Ikhwanul Muslimin, sahabat Syaikh Yusuf Qardhawi.
Jangan buru-buru menuduh, apalagi bila belum kenal beliau.
Beliau bukan me-mansukh, melainkan men-takhshish hadits mengenai khalwat berdasarkan keterangan Imam Bukhari dan penjelasan Hafizh Ibnu Hajar.
Mengenai taaruf dan tanazhur, lihat http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/

@Az-Zaitun
Komentarmu bagus sekali. Aku senang. Teruslah berkomentar seperti itu. Bagaimanapun, hanya dengan kehendak Allah lah orang-orang bisa menerima hidayah. Bila ada orang yang tak mau menerima kebenaran, kita serahkan saja kepada-Nya.
Mudah-mudahan mereka bukan tergolong orang yang sulit menerima kebenaran.
http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/08/orang-yang-paling-sulit-didakwahi/

Pacaran = ZINA HATI = So artikan sendiri , HALAL or HARAM???

Pak Shodiq;
blog anda memang cukup ‘berani’ dalam memberikan judul artikel, bikin penasaran. Makanya tak sengaja pun saya mampir ke sini, padahal saya non muslim. Ternyata isinya pun cukup ‘berat’ tapi kok ya saya pingin baca terus, ternyata pemahaman pacaran dalam Islam berbeda-beda dan sangat menarik … Saya tidak berani berkomentar apa-apa karena takut salah dan tidak sepantasnya..tapi menurut saya isi blog ini cukup bernas dan penulisnya cukup ’sabar’ menghadapi komen yang kontra ya.. sukses untuk anda, Pak Shodiq

bijak juga anda memisahkan definisi pacaran dengan pendekatan berbeda.

jika antum berhadapan dengan para aktivis dakwah, maka istilah ini tidak disebut pacaran, namun disebut tanadzur yg jauh dari hal yg jahil

namun jika berbicara dengan mereka yg awam anda mengenalkannya dengan istilah pacaran islami

namun saya sangat sepakat bila istilah pacaran islami kita geret sedikit demi sedikit menjadi tanadzur, mengingat definisi pacaran sendiri telah banyak menyimpang (walo ada yg enggak)

saya sangat senang bila pengertian islam bisa di pahami secara awam, seperti idiom idiom islam yg sekarang ini populer, hal ini mungkin saja terjadi walau agak sulit memang.

betul memang, istilah pacaran islami tidak bisa diterima oleh mentah oleh semua orang, apalagi kalangan aktivis dakwah.

dan tentu kita tidak bisa memukul rata persoalan ini kepada semua orang. ada banyak hal yg perlu di pertimbangkan.

ada prinsip, ada wawasan, ada anggapan sosial, dan berbagai pertimbangan yg perlu dipikirkan

yg jadi pertanyaan apakah kita perlu mengenalkan istilah tanadzur “pacaran islami yang sesuai syar`i” sebagai langkah mengenalkan konsep islam yg mulia ini kepada mereka yg awam

atau

pacaran islami “tanadzur yang jauh dari budaya jahil” sebagai langkah islamisasi sebuah konsep yg tadinya jahil (mengingat pacaran pada umumnya penuh dengan segala pernak-pernik jahil) kepada mereka yang aktivis dakwah

walau saya masih berkecenderungan untuk mengenalkan konsep tanadzur ketimbang pacaran islami pada orang awam,

keep close connection with Allah
^_^ V piss….

yaa tadi itu pendapat saya sementara

saya akan mecoba menelaah tulisan tulisan pak shodiq terlebih dahulu, terlalu dini untuk tidak sepakat dengan konsep pacaran islami dan terlalu cepat untuk berkomentar tentang istilah tanadzur

semoga yg haq akan terlihat dan yg bathil akan segera musnah

hadanallahu waiyakum ajmain, wassalamualikum wr wb

Asw….

Subhanallah..

semoga Niat bapak untuk mengurangi perzinahan bisa tercapai.. “arahnya kesitu kan..????” :-)

Akhirnya sempat juga nongol disini setelah dinvite sm beliau di blogqu…

Mending gini aja deh..
Menurutku.. kalo pacaran jadi ngabisin waktu.. banyak yang harsu dikerjain.. apalagi ga jelas tanggung jawabnya..

So, mending kalo udah siap nikah aja…

Gitu aja koq repot.. kayaknya kampanye pacaran islam jor2an bangeet…
jadi lucu liatnya..
“padahal menurutku masih banyak yang diurusin selain mengkritik para pendakwah yang sebenarnya punya tujuan baik..???”

Sama2 punya tujuan baik koq malah saing2an..

Ah… Gitu aja repot…

Satu pesan aja..
“tidak semua yang melarang pacaran punya maksud jelek..” mereka juga pengin menciptakan remaja2 yang kreatif tanpa ada masalah.. so, mungkin sama2 perbaiki diri aja dulu…

Jika udah mulai perbaiki diri.. nanti dengan sendirinya mereka ga akan pacaran..
ga percaya.. coba aja…???

Wallahu’alam..
Jika Salah semoga Allah mengampuniku…
Hanya Dia yang mampu menilai…

@Putri
Penalaranmu: “Pacaran = ZINA HATI = So artikan sendiri , HALAL or HARAM???” tergolong sesat-pikir bila ditinjau dengan ilmu mantiq. Jadi, kami tak perlu menjawab pertanyaan tsb.

@Ketty
Makasih atas kunjungan dan komentarnya. Islam memang menghargai perbedaan pendapat. Soal pacaran hanyalah salah satu bagian kecil dari keragaman pendapat di dalam Islam. Silakan menengok Islam lebih dalam.

@andimaipa
ternyata ente lebih bijak drpd ane

@ario
Makasih atas komentarnya.
Cuman, aku gak ngerti kenapa kau sebut “kampanye pacaran islam jor2an bangeet”. Apa kau sudah lakukan penelitian yang membandingkannya dengan kampanye pengharaman pacaran. Klo belum, coba deh (untuk langkah awal) bandingin lewat search engine semisal google atau yahoo!

di dalam ISLAM ndak ada PACARAN. ada - da aja nih orang, pake kata - kata Islamisasi Pacaran. Entar ada lagi tuh namanya islamisasi - islamisasi yang laen, yang seharusnya hukumnya haram. mencari - cari alasan untuk menghalalkan sesuatu yang haram.

Tanggapan Admin:
Wah, pernyataan islamix_city tersebut terbalik-balik.
Mestinya, jangan mencari-cari alasan untuk mengharamkan sesuatu yang halal.
Apa islamix_city belum membaca (dgn cermat) artikel2 di sini?

Jawaban M Shodiq Mustika:
Anda benar, perlu ada pembedaan antara mana yang haram dan mana yang halal. Namun, islamisasi hubungan percintaan pranikah ini perlu melibatkan kita semua, tidak bergantung kepada saya seorang. Karena itu, silakan Anda menyumbangkan pandangan, apa saja yang halal dalam hubungan ini. Saya sendiri (bersama kawan-kawan) telah merangkum pandangan Abu Syuqqah mengenai apa saja yang halal dalam hubungan pria-wanita nonmuhrim di luar nikah. Kami merangkumnya di buku Gaul Gaya Rasul, terutama Bab 3, 4, dan 9.

————————–
komentar rini:
Duh bi, gitu aja kok repot. Sebenarnya mudah kok bi. Agama Islam ini kan agama yang komplit hukumnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam udah ngajari kita semuanya, komplit. Kayaknya abi ga perlu repot lagi dah. Simpel aja sih, jauhi zina ! Gitu aja, kok repot …

Trus, boleh request? selain Abu Syuqqah, ulama yang lain dong. Masa referensinya cuma itu doang….

@ rini

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam udah ngajari kita semuanya, komplit.

Ana kurang ngerti maksud kata2 tsb. Apakah ukhti menolak keberadaan ijtihad?

Simpel aja sih, jauhi zina !

Nggak sesimpel itu dong. Kita ‘kan juga diperintahkan “dekati” nikah.

selain Abu Syuqqah, ulama yang lain dong. Masa referensinya cuma itu doang….

Silakan simak jawaban di http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/#comment-1307

baru ketahuan ….nih

Catatan Admin:

Tulisan di bawah ini ditulis oleh seseorang (yang menggunakan nama Andi Maipa) yang secara licik telah mencatut nama M Shodiq Mustika dengan menggunakan IP 202.155.148.169. Awas! Jangan terkecoh!

assalamualaikum ya akhi ya ukhti ya muslimin ya kafirin ya musrikin ya dzalimin ya munafiqin ya shadiq ya yang ga disebut jangan marah.. hehe

oh iya blog pacaran islami telah banyak yang membaca.. salut kepada M shadiq.. anda pintar menggaet pembaca agar bersama2 menemani anda di akhirat nanti karena pada dasarnya kita harus saling nasihat menasihati dalam kebaikan. dan temanya “pacaran islami” “jangan dekati zina” hehehe kocak.. pacaran aja dibahas.. yang dibahas tuh yang ga shalat. minuman tape aja yang syubhat lebi bae ditinggalin kalo ga jelas alkoholnya. jadi ngapain kita nyenggol2 zina.. makanya saya salut dengan M shadiq (speak) wallahuallam..

pacaran islami…

salut terus.. pantang mundur buat m shadiq (maju terus sampe surat al a’la ayat 12) allahuakbar!!!

wassalamualaikum wr wb

Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Catatan Admin:

Tulisan di bawah ini ditulis oleh seseorang (yang menggunakan nama Andi Maipa) yang secara licik mencatut nama M Shodiq Mustika dengan menggunakan IP 202.155.148.169. Awas! Jangan terkecoh! (Supaya pembaca tidak terkecoh, kata-kata fitnahnya kami coret.)

@admin alien26

subhanallah… saya menangis ketika membaca tulisan anda .. tenyata selama ini saya benar2 fasiq..

saya benar-benar tidak memahami islam secara kaffah

maaf para pembaca..

semua tulisan saya diatas hanya didasari hawa nafsu saya semata. sekali lagi saya mohon maaf…

terimakasih kepada al_akh26 dan admin-admin pembangunan jakarta angkatan 2007 yang menjadi perantara atas hidayah yang Allah berikan kepada saya..

##Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. Yusuf 12##

Catatan Admin:

Tulisan di bawah ini ditulis oleh seseorang (yang menggunakan nama Andi Maipa) yang secara licik telah mencatut nama M Shodiq Mustika dengan menggunakan IP 202.155.148.169. Awas! Jangan terkecoh!

Alhamdulillah…..

Akhirnya pemilik blog yg sangat terkenal ini sudah mendapatkan hidayah dan petunjuk dari Allah Subhanahuwataala…
Semoga para pembaca sekalian mengikuti jejak langkahnya yg telah benar dan berada pada jalan yg diridhoi-Nya..
Dan mudah2an Bapak M Shadiq semakin bertambah2 kecintaannya kepada Yang Maha Menguasai Cinta….
Amiin…..

Catatan Admin:

Tulisan di bawah ini ditulis oleh seseorang (yang menggunakan nama Andi Maipa) yang secara licik mencatut nama M Shodiq Mustika dengan

menggunakan IP 202.155.148.169. Awas! Jangan terkecoh! (Supaya pembaca tidak terkecoh, kata-kata fitnahnya kami coret.)

@admin al_akh26

alhamdulillah.. kini saya telah memutuskan jalan yang benar..

Memang saya telah lama merasakan kesalahan saya ini.
Tetapi saya masih kurang yakin bahwa saya ini salah. Namun saya telah mendapatkan petunjuk yang benar.

Ini ada satu judul buku yg pas buat kita semua agar tidak salah kaprah dalam mengartikan makna taaruf dalam mencari kebahagiaan berumah tangga yang haq.
Judulnya “Nikmatnya pacaran setelah pernikahan”.
Silakan anda baca.

sabar ya pak shodiq dalam menghadapi FITNAH di atas.

@ admin al akh 26:
maunya dakwah ko malah fitnah sih.

Catatan Admin:

Tulisan di bawah ini juga ditulis oleh seseorang (yang menggunakan nama Andi Maipa) yang secara licik telah mencatut nama M Shodiq Mustika dengan menggunakan IP 202.155.148.169. Awas! Jangan terkecoh! (Supaya pembaca tidak terkecoh, kata-kata fitnahnya kami coret.)

assalamualaikum..

sungguh andalah yang lebih bijak dalam menerima pro dan kontra sehingga anda memilih untuk masuk pada golongan kontra

sama seperti aktivis dakwah yang sudah sekian lama menanamkan manhaj-manhaj mereka kepada kader-kader dakwah yang muda

saya sungguh kagum terhadap anda karena anda mau mengakui kesalahan-kesalahan anda

saya hanya dapat berharap anda istiqamah di jalan dakwah ini

dan yg haq dan yg bathil terlihat sekarang..

hadanallahu waiyakum ajmain, wassalamualikum wr wb

Astaghfirullah….

wah…

admin al_akh26 sopo iki?

Smuanya….

Jgn salah sangka y…

NI yg asli….

Al_akh26.

Catatan Admin:

Tulisan di bawah ini juga ditulis oleh seseorang (yang menggunakan nama Andi Maipa) yang secara licik telah mencatut nama M Shodiq Mustika dengan menggunakan IP 202.155.148.169. Awas! Jangan terkecoh!

wah2 perdebatan disini seru yaaa

walau saya orang non muslim tapi saya pernah belajar mengenai islam melalui kakek saya yang missionaris

dan memang kakek saya menerapkan pola “ghazul fikri” untuk menyerang umat islam.. melalui banyak hal dalam perpecahan

salah satunya membahas hal2 yang dianggap kecil tapi sangat besar seperti pacaran.

teman2 kakek saya banyak yang memimpin majelis dengan kedok ulama. dan menyebarkan paham pacaran karena dengan pacaran sehebat2nya manusia memiliki nafsu yang suatu saat bisa lepas kontrol.

dan ketika kontrol itu lepas, banyak dari mereka yang hancur masa depannya.

Catatan Admin:

Tulisan di bawah ini ditulis oleh seseorang (yang menggunakan nama Andi Maipa) yang secara licik mencatut nama M Shodiq Mustika dengan

menggunakan IP 202.155.148.169. Awas! Jangan terkecoh! (Supaya pembaca tidak terkecoh, kata-kata fitnahnya kami coret.)

@ikhsan

maaf saudara ikhsan, saya bukan difitnah. tapi saya benar-benar berserah diri.

“Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah”(al an’am 23)

Catatan Admin:

Tulisan di bawah ini juga ditulis oleh seseorang (yang menggunakan nama Andi Maipa) yang secara licik telah mencatut nama M Shodiq Mustika dengan menggunakan IP 202.155.148.169. Awas! Jangan terkecoh!

Pacaran islami???

emang ada ya??

bedanya sama “pacaran”, apa?

menurut saya ngga ada bedanya deh….

sama2 pacaran kok!!

Saran saya buat yg pro dan kontra, Lebih baik kembali pada pemahaman dan pola pikir masing2 aja.

Thank’s be 4

terserah deh. kekanak-kanakan sekali ya anda.

…. tolong anda sebutkan satu saja manfaat pacaran..

Tanggapan Admin:

Lihat 12 alasan mengapa bercinta sebelum menikah

pak shodiq, sepertinya anda harus meralat “tuduhan” terhadap andi maipa. karena yang bersangkutan mengirim saya message lewat multiply sbb:

weh kok gitu yah
ada yg pake alamat web ku ya
IP nya andi tuh 125.163.202.198
tolong gimana dong kok saya jadi kambing item
saya selalu menggunakan nama andimaipa sebagi nick

Tanggapan Admin:

Ya, sudah diralat. “Andi Maipa” diganti dengan “yang menggunakan nama Andi Maipa”.

harusnya tuh mas di ganti gini nih

“Tulisan di bawah ini juga ditulis oleh seseorang yang menggunakan berbagai nama yang secara licik telah mencatut nama M Shodiq Mustika , andi maipa, al_akh26 dengan menggunakan IP 202.155.148.169. Awas! Jangan terkecoh!”

khan yg di catut bukan hanya nama mas shodiq :D
seolah-olah aku masih menjadi subject tersangka tuh mas

lain kali hati hati ya mas shodiq

http://andimaipa.multiply.com/journal/item/18/siapakah_IP_202.155.148.169_yang_diidentifikasi_adalaha_andimaipa...

Assalamu’alaikum….

Pak Shodiq, kenalan dulu yah sekalian bagi2 pengalaman. Saya tahu blog ini dari temen saya di suatu masjid kampus, dan sejak itu saya selalu mampir ke sini (kurang lebih semingguan) di sela-sela kerja di kantor (mumpung internet gratis :P). Saya hampir telah membaca semua postingan Pak Shodiq di sini beserta komen2nya.

Subhanallah, akhirnya ada juga yang berani merumuskan pacaran secara islami. Dan konsep pacaran islami yang bapak usung saya sangat menyetujuinya. Memang sih, judulnya itu (pacaran islami) menyulut api banget bagi aktivis tarbiyah.

Eits, jangan salah, saya juga tarbiyah lho (paling nggak masih aktif liqo). Kebetulan dulu saya kuliah di salah satu Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, dan alhamdulillah sudah lulus setahun yang lalu. Selama kuliah saya juga aktif di masjid kampusnya (dan sempat menempati asramanya selama setahun).
Nah, yang ingin saya soroti di sini berdasarkan pengalaman saya adalah ternyata konsep pacaran islami ini sudah buanyak dilakukan oleh para aktivis dakwah. Tapi memang dilakukan sembunyi-sembunyi. Takut di’sidang’ katanya. Trus juga istilahnya bukan pacaran islami, melainkan TTM ato HTS (Hubungan Tanpa Status) ato berkomitmen. Tapi prakteknya sama banget dengan konsep pacaran islami.

Menurut saya pribadi hal seperti itu sangat manusiawi dan toh masing2 tetap menjaga adab2 pergaulan ikhwan-akhwat. Yang saya takutkan justru, karena merasa berdosa yang sangat berlebihan terhadap perasaan dan hubungan tersebut dan karena mendapat sindiran2 miring dari teman2 sesama aktivisnya, mereka akhirnya menarik diri dari aktifitas dakwahnya dan menghilang dari peredaran. Dan inilah yang terjadi. Kalo sudah begitu, siapa yang bisa jamin kalo hubungan antara ikhwan-akhwat yang bersangkutan bisa tetap dalam kaidah2 syari’at. Inilah yang sungguh2 disayangkan.

Ikhwahfillah, sadarilah, hal tersebut terjadi di antara kita. Trus, solusi yang paling baik yang bisa kita lakukan apa? Ujung2nya si pelaku disidang lagi disidang lagi. Kenapa nggak kita rame2 ngumpulin duit buat biaya pernikahannya trus kita ringankan segala kesulitannya menuju jenjang pernikahan. Gitu kan solutif. Akhirnya kita juga nggak merasa diri paling benar dan memandang sebelah mata terhadap para pelaku2 tersebut.
Nah, di sinilah saya melihat ada kekurangan dalam metode pranikah dalam tarbiyah di Indonesia (gak tahu di luar Indonesia mah, lha wong ternyata Abu Syuqqah, sahabat Yusuf Qardhawi sendiri, malah menulis tentang ‘bercinta sebelum menikah’). Mo dilarang2 juga pasti ada aja yang kayak gitu, baik terang2an maupun sembunyi2. Ya… namanya juga perasaan suka sama lawan jenis, siapa sih yang bisa ngelarang datengnya perasaan kayak gitu.

Saya pernah mendengar sendiri pernyataan seorang akhwat yang dia kutip dari murabbinya seperti ini, “Yang tidak mengikuti peraturan jamaah ini (dengan berta’aruf maksudnya), tidak termasuk dalam jamaah ini! (tarbiyah maksudnya)” Wuiiihhh…… serem banget dengernya. Masa segitu mudahnya sih mengeluarkan seseorang dari jamaah.

Harapan saya pribadi sih, konsep pacaran islami ato tanazhur pra-nikah ini bisa menjadi suatu trigger dan referensi (paling tidak bahan komparasi) bagi ustadz2 kita untuk merumuskan metoda yang paling baik dan solutif dalam membina percintaan sebelum menikah. Sedih aja sih, ngeliat temen2 yang berguguran di jalan dakwah hanya karena ini.

Ya… mungkin segitu dulu bagi2 pengalamannya dari saya. Sebenernya sih ada banyak yang ingin saya ceritakan di sini berkaitan dengan pacaran islami berdasarkan apa yang terjadi di sekitar saya (saya dulu kuliah di Seni Rupa & Desain yang punya streotip seram, atheis, mabuk2an, bebas dan yang lebih parah, hanya sedikti aktivis dakwah yang mo mengambil ‘ladang amal’ ini), tapi ntar bosen lagi bacanya :D
Yah, kapan2 aja lah ya. Trus, maaf juga kalo saya nggak melampirkan dalil satupun karena saya bukan ahli fiqih, hafalannya masih sedikit dan juga bukan ‘abid. Semuanya hanya berdasarkan pengalaman dan pengamatan saja.

Wassalamu’alaikum……

Leave a response

Your response: