Posted by: M Shodiq Mustika | 1 Juni 2007

Gaya Pacaran Yang Paling Efektif

Efektifkah gaya pacaran Anda? Apakah kebersamaan Anda dengan si dia menjadikan hubungan kalian semakin harmonis? Apakah kedekatan kalian menjadikan kalian masing-masing berkembang ke arah yang lebih baik dan lebih baik lagi? Apabila Anda peduli terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti itu, maka artikel ini layak kalian simak secermat-cermatnya.

Banyak pasangan berpacaran dengan gaya “yang penting happy”: berjalan-jalan berdua, makan berdua, nonton film berdua, belanja berdua… pokoknya bersenang-senang berdua, seolah-olah sudah berada di surga. Begitu asyiknya mereka bersenang-senang, sampai-sampai mereka tak sempat mempertimbangkan, apakah gaya pacaran kayak gitu efektif. Tahu-tahu, ketika status mereka telah beranjak menjadi suami-istri, terperanjatlah mereka mendapati bahwa sang pasangan ternyata tak seasyik dulu lagi! Jadi, gaya pacaran mereka kurang efektif, bukan?

Sebagian pasangan lainnya berpacaran dengan gaya “malu-malu merpati”: berjalan sendiri-sendiri, makan sendiri-sendiri, baca buku sendiri-sendiri… pokoknya tak pernah bersama-sama, seolah-olah ada api neraka yang memisahkan keberadaan mereka. Begitu asyiknya mereka masing-masing menyendiri, sampai-sampai mereka tak sempat mempertimbangkan kembali, begitukah gaya pacaran yang islami. Tahu-tahu, ketika status mereka telah beranjak menjadi suami-istri, terperanjatlah mereka mendapati bahwa sang pasangan ternyata bagaikan makhluk asing dari luar angkasa! Dengan demikian, gaya pacaran mereka patut dipertanyakan.

Kalau begitu, gaya pacaran (islami) yang bagaimanakah yang efektif dalam mengharmoniskan hubungan (dan mengembangkan berbagai kebaikan lainnya)?

Setelah sekian lama menimbang-nimbang, sampailah saya pada jawaban: gaya pacaran yang paling efektif adalah menyimak (mendengarkan secara aktif/produktif).

Dengan menyimak, Anda dapat menaruh-perhatian (tanazhur) pada si dia selengkap-lengkapnya. Dengan lengkapnya perhatian dari Anda kepada si dia, maka dia merasa keberadaannya Anda hargai sepenuhnya. Dengan merasa dihargai, dia pun bisa menghargai kelebihan Anda seraya memaklumi kekurangsempurnaan Anda. (Asyik, nggak?) Walhasil, harmonislah hubungan kalian.

Masalahnya, kita mungkin belum terampil mendengarkan secara aktif/produktif. Kita lebih lihai merayu si dia dengan berbagai ekspresi cinta yang romantis daripada menyimak seluk-beluk si dia sedalam-dalamnya. Untungnya, kemampuan menyimak ini bisa kita pelajari dan kita kembangkan.

Anda berminat menjadi “pendengar yang baik” (yang aktif/produktif)? Sampai jumpa di postingan berikutnya!

Tanggapan

bagus bangeeet….

sedang berusaha untuk menjadi pendengar yang baik, terimakasih ^_^

bagus…

itu memang pilihanku sejak awal kumemilih dirinya…

pacarku adalah sahabar perjuanganku…

wah… jadi kangen…. (hush!)

pacarku… = sahabat perjuanganku….

pacar=……….apaan tuch??????????????????????????????????????????????woooooow!!!!!

Pacar???
Dalam artian apa?
Konteks yg di maknai remaja skarang?

Jawaban Admin:
Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/about/

pacar??????????????????????????????? aku ndiri za ga tau……………………. apa pacara itu harus ada???????????? pacartak berarti apa-apabagi saya namun sahabat adalah teman baik ku………………………..

doain aja ya…ane dapat jodoh yang muslimah seperti yang aku inginkan..hingga bisa menuntunku dalam kebenaran selalu…amin…
sehingga bisa melalui hubungan pra nikah yang aman…nyaman dan tidak melanggar norma-norma dan aturan agama…
amin ya robbal ‘alamin..
wass

pacaran bikin bingung,mau ta’aruf ma siapa?tapi yang pasti aq slalu berdoa mendapatkan jodoh yang terbaik untuk ku yang Allah berikan,tapi menunggu aja kan ga bakalan dateng jd aq juga usaha untuk dapet yang Allah siapkan untuk aq

menurut saya g ada pacaran yang islami,,,,,pacaran ya tetap aja hukumnya dosa,,,,,kalau ana pribadi menaggapi pacaran tidak semudah menanggapi atau memahami sinetron atau novel yang pernah kita baca dan kita saksikan…….””””intinya No…..pacaran dalam islam,,,,,,tetapi kalau rasa suka merupakan bukti kemuliaan yang ALLAH berikan kepada kita bukan berarti dengan pacaran…….tetapi bagaimana kita memaknai dan memahami hal tersebut menjadi hal positif……

semoga ALLAH memberikan yang terbaik buat saya…”’’saya yakin dan sangat percaya bahwa suatu hari nanti pasti datang seorang lelaki yang akan mendampingi hidup saya sampai akhirat””””’sekarang saya mau menjalani hidup ini dengan sewajarnya……..”’doain aja agar iman dan nikmat islam di diri saya masih kuat ””’’sehinnga kata2 pacaran tidak akan pernah ada dalam hidup saya””””””””wass

Tanggapan M Shodiq Mustika:
Tidakkah sebaiknya ukhti berdoa memohon dijauhkan dari yang haram, tanpa peduli akan istilahnya? Tidakkah ukhti tahu bahwa yang dicatat oleh malaikat pencatat amal adalah amal kita dan bukan istilahnya?

Leave a response

Your response:

Kategori